Layout dalam Desain Grafis #1

Layout merupakan komponen desain grafis yang utama. Sebuah ide yang baik tanpa didukung “sense” dalam layout tidak akan tampil maksimal. Menyusun layout tentu saja harus mempertimbangkan media apa yang akan dipakai. Standar layout untuk poster misalnya, tentu berbeda dengan standar untuk majalah. Dalam hal ini seorang desainer grafis/komunikator visual/pengiklan harus mampu mengkombinasikan naskah, ide, tujuan, dengan layout sehingga menjadi satu kesatuan yang indah dan komunikatif. Kali ini tentang format layout secara umum untuk media periklanan dan Format layout Bila tipe adalah aplikasi dalam mengolah bidang atau halaman maka format layout adalah klasifikasi dalam hal menempatkan perpaduan antara naskah dengan artwork dalam satu keutuhan. Menurut Bruce bendinger (2001) ada 6 jenis format layout yaitu : a. The one linear ; format yang mengedepankan satu Headline yang menarik perhatian dengan satu foto atau gambar besar. Keunggulan dari format ini adalah ringkas padat dan sederhana, membuat pesan yang disampaikan dapat segera dibaca oleh pembaca. Namun kelemahannya format ini tidak bisa digunakan untuk beberapa produk yang memerlukan pesan detail seperti prosuk jasa keuangan, produk kesehatan (obat dsb) dan sebagainya. b. The News ; adalah format yang digunakan untuk tujuan memberitahu konsumen tentang produk baru, atau pembandingan produk dengan competitor, atau demonstrasi tentang keunggulan suatu produk. Format ini bisa menggunakan humor atau juga dengan menggunakan uraian naskah yang detail. c. The spiral ; identik dengan perputaran per spiral yang dinamis maka format ini merangkaikan pengulangan elemen “selling point” dari ujung ke ujung halaman. Umumnya naskah akan mengitari diseputar elemen visual d. The story ; format ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca (konsumen) atau melibatkan pembaca dalam suasana yang dibuat dalam naskah iklan. Efektifitas dari format ini adalah penceritaan kesaksian “testimonial” naskah yang diikuti illustrasi visual tentang fakta yang dimaksud e. The sermon ; adalah format yang bertujuan seolah-olah pengiklan memberikan “pengajaran” kepada audience. Format ini umumnya untuk iklan non profit namun juga cocok digunakan untuk menjelaskan naskah iklan asuransi, keuangan dan penjelasan mengapa konsumen terpuaskan akibat keunggulan suatu produk. Dominasi naskah akan lebih banyak diterapkan sementara foto dan illustarsi mengiringi hal-hal yang dianggap penting. f. The outline ; Format ini digunakan untuk mengkomunikasikan komponen kunci pesan penjualan dengan menggunakan bahasa pernyataan yang luas dan bentuknya mirip gaya dalam penulisan berita atau artikel. Ada dua kategori format the outline yaitu yang pertama short outline biasanya menggunakan check mart atau bullet sebagai penunjuk poin penting pesan, sedangkan jenis yang kedua long outline penjelasan ke bawah cenderung menggunakan sub headline yang dikombinasikan dengan komponen visual seperti foto atau illustrasi lainnya. Semoga bermanfaat andreassyah.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: