Layout dalam Desain Grafis #1

Layout merupakan komponen desain grafis yang utama. Sebuah ide yang baik tanpa didukung “sense” dalam layout tidak akan tampil maksimal. Menyusun layout tentu saja harus mempertimbangkan media apa yang akan dipakai. Standar layout untuk poster misalnya, tentu berbeda dengan standar untuk majalah. Dalam hal ini seorang desainer grafis/komunikator visual/pengiklan harus mampu mengkombinasikan naskah, ide, tujuan, dengan layout sehingga menjadi satu kesatuan yang indah dan komunikatif. Kali ini tentang format layout secara umum untuk media periklanan dan Format layout Bila tipe adalah aplikasi dalam mengolah bidang atau halaman maka format layout adalah klasifikasi dalam hal menempatkan perpaduan antara naskah dengan artwork dalam satu keutuhan. Menurut Bruce bendinger (2001) ada 6 jenis format layout yaitu : a. The one linear ; format yang mengedepankan satu Headline yang menarik perhatian dengan satu foto atau gambar besar. Keunggulan dari format ini adalah ringkas padat dan sederhana, membuat pesan yang disampaikan dapat segera dibaca oleh pembaca. Namun kelemahannya format ini tidak bisa digunakan untuk beberapa produk yang memerlukan pesan detail seperti prosuk jasa keuangan, produk kesehatan (obat dsb) dan sebagainya. b. The News ; adalah format yang digunakan untuk tujuan memberitahu konsumen tentang produk baru, atau pembandingan produk dengan competitor, atau demonstrasi tentang keunggulan suatu produk. Format ini bisa menggunakan humor atau juga dengan menggunakan uraian naskah yang detail. c. The spiral ; identik dengan perputaran per spiral yang dinamis maka format ini merangkaikan pengulangan elemen “selling point” dari ujung ke ujung halaman. Umumnya naskah akan mengitari diseputar elemen visual d. The story ; format ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca (konsumen) atau melibatkan pembaca dalam suasana yang dibuat dalam naskah iklan. Efektifitas dari format ini adalah penceritaan kesaksian “testimonial” naskah yang diikuti illustrasi visual tentang fakta yang dimaksud e. The sermon ; adalah format yang bertujuan seolah-olah pengiklan memberikan “pengajaran” kepada audience. Format ini umumnya untuk iklan non profit namun juga cocok digunakan untuk menjelaskan naskah iklan asuransi, keuangan dan penjelasan mengapa konsumen terpuaskan akibat keunggulan suatu produk. Dominasi naskah akan lebih banyak diterapkan sementara foto dan illustarsi mengiringi hal-hal yang dianggap penting. f. The outline ; Format ini digunakan untuk mengkomunikasikan komponen kunci pesan penjualan dengan menggunakan bahasa pernyataan yang luas dan bentuknya mirip gaya dalam penulisan berita atau artikel. Ada dua kategori format the outline yaitu yang pertama short outline biasanya menggunakan check mart atau bullet sebagai penunjuk poin penting pesan, sedangkan jenis yang kedua long outline penjelasan ke bawah cenderung menggunakan sub headline yang dikombinasikan dengan komponen visual seperti foto atau illustrasi lainnya. Semoga bermanfaat andreassyah.wordpress.com

Sistem Tanda

Jika kita menyadari di sekitar kita banyak sekali sistem tanda yang memiliki makna khusus dan kita menyepakatinya. Tanda memiliki kedalaman arti yang dapat pula bermakna ambigu. Namun yang paling mendasar bahwa tanda adalah representasi dari acuannya. Hal ini berdasarkan pendapat Charles Sanders Peirce (1839-1914) ahli filsafat Jerman  yang menyatakan

tanda yang sebenarnya adalah makna yang mengemukakan sesuatu, sebagai representasi. Apa yang dikemukakan oleh tanda, apa yang diacunya, apa yang ditunjuknya, disebut oleh Pierce dalam bahasa Inggris object. Dalam bahasa Indonesia disebut “acuan”. Suatu tanda mengacu pada suatu acuan dan representasi seperti itu adalah fungsinya yang utama. Agar tanda dapat berfungsi harus menggunakan sesuatu yang disebut ground. Sering ground suatu tanda berupa kode, tetapi tidak selalu begitu. Kode adalah suatu sistem peraturan yang bersifat transindividual. Banyak tanda yang bertitik tolak dari ground yang bersifat sangat individual.

 

Berdasarkan relasi antara tanda dan acuannya (denotasi), Pierce membedakannya menjadi 3 (tiga) jenis tanda, yaitu : (1) ikon, (2) indeks, dan (3) simbol. Hal ini dinyatakan sebagai berikut : Pada prinsipnya ada tiga hubungan yang mungkin ada. (1) Hubungan antara tanda dan acuannya dapat berupa hubungan kemiripan, tanda itu disebut ikon. (2) Hubungan ini dapat timbul karena ada kedekatan eksistensi; tanda itu disebut indeks. (3) Akhirnya hubungan ini dapat pula berbentuk secara konvensional; tanda itu adalah simbol.

 

Ikon

merupakan tanda yang menyerupai benda yang diwakilinya, atau suatu tanda yang menggunakan kesamaan atau ciri-ciri yang sama dengan apa yang dimaksudkannya. Ikon merupakan suatu tanda yang terjadi berdasarkan adanya persamaan potensial dengan sesuatu yang ditandakannya. Tanda diartikan menurut hubungan kemiripan antara tanda tersebut dengan yang diwakili. Icon menggambarkan obyek2 yang tidak dapat dihadirkan Ikon merupakan representasi dari suatu benda fisik yang mempunyai sifat menyerupai. Foto SBY adalah ikon SBY, Gambar Bung Karno adalah ikon Bung Karno.

 

Indeks

Indeks  adalah tanda yang sifat tandanya tergantung dari keberadaannya suatu denotasi, Indeks merupakan suatu tanda yang sifatnya tergantung dari adanya suatu denotasi, atau mempunyai kaitan kausal dengan apa yang diwakilinya.Tanda diartikan menurut hubungan keterkaitan sebab-akibat atau bukti atas sesuatu. Indeks dengan demikian adalah suatu tanda yang mempunyai kaitan atau kedekatan dengan apa yang diwakilinya.

Misalnya tanda asap dengan api, tiang penunjuk jalan, tanda penunjuk angin dan sebagainya.

Contoh lainnya:

Kata ‘rokok’ memiliki indeks ‘asap’.

Ada asap pasti ada api

Kata ‘Api’ memiliki indeks ‘asap’

‘Orang yang lewat’ memiliki indeks ‘Jejak Kaki’

 

 

Simbol

adalah suatu tanda, di mana hubungan tanda dan denotasinya ditentukan oleh suatu peraturan yang berlaku umum atau ditentukan oleh suatu kesepakatan bersama (konvensi). Misalnya tanda-tanda kebahasaan adalah simbol. Tanda symbol ini diartikan menurut kesepakatan konvensi yang dibentuk secara bersama-sama oleh masyarakat dimana simbol itu berlaku

Misalnya :Gerakan tubuh atau anggukan kepala sebagai tanda setuju.

BENDERA MERAH PUTIH

– Simbol dari negara Republik Indonesia

– Makna “berani dan suci”

Dalam merancang system tanda, kita menggunakan pendekatan bahasa gambar. Dalam konteks ini, bahasa gambar dipahami sebagai sebuah proses berpikir kreatif yang dilakukan oleh penyampai pesan kepada penerima pesan dalam rangka menginformasikan pesan verbal yang divisualkan dalam bentuk gambar atau simbol.Tahapan komunikasi seperti ini didahului dengan memvisualkan kalimat verbal ke dalam bentuk gambar (simbol). Keberadaannya senantiasa melibatkan unsur gambar sebagai sarana untuk menemukan suatu keunikan atau ciri khas suatu daerah. Kemudian menerjemahkan informasi yang diterima oleh indra lain (telinga dan perasaan) ke dalam kesan penglihatan atau image, yang divisualkan dalam bentuk sketsa mulai dari berbagai alternatif layout sampai ke final desain.

 

Semoga bermanfaat

 

andreassyah.wordpress.com

Tentang Kreatifitas

Kata kreatifitas berasal dari create yang berarti mencipta, membuat, dan kreatifitasberarti adalah segala daya cipta. Kata kreatifitas sebenarnya tidak harus terkait dengan keilmuan seni saja., namun tetap relevan untuk disiplin ilmu apapun. Dalam hal ini kreatifitas bermakna memecahkan masalah. Kreatifitas, dalam pandangan David Chambell adalah suatu ide atau pemikiran manusia yang bersifat inovatif, useful (berdaya guna), dan dapat dimengerti (understandable). Mempersoalkan arti dan kemanfaatan kreatifitas bagai mempertanyakan arti makanan bagi makhluk hidup, atau air bagi tanaman. Makna kata kreatif (creative) sendiri sesungguhnya berkisar pada persoalan mencipta atau menghasilkan sesuatu. Namun dalam arti praktis, kreatif sering digunakan untuk menyebut suatu ciptaan baru atau kebaruan. Ini berati aspek kesegaran ide yang diutamakan dalam ciptaan tersebut, bukan sekedar ulangan atau stereotif. Bisa juga kreatif ditinjau dari nilai orisinilitas dan keunikan cara penyampaiannya. Bisa juga sebuah alternatif “cara lain”, walau inti pesan sebenarnya tidak berbeda dengan yang pernah ada sebelumnya. Kreatif juga perlu dipahami melalui kesesuaian, konteks dengan tema persoalan, nilai pemecahan masalah, dan tanggungjawabnya. Tanggung jawab di sini adalah permasalahan orisinalitas dalam penciptaan. Proses menjadi kreatif tentunya menjadi semacam seni untuk memecahkan masalah. Dimulai dari proses berpikir bebas (Brainstorming) dan memilah idenya sesuai konteks (Inkubasi) dan baru mencipta (Creating) Semoga bermanfaat andreassyah.wordpress.com

Industri Kreatif

Mendiskusikan tentang pertumbuhan ekonomi, industri kreatif juga tidak boleh dipandang sepele. Pertumbuhan Industri Kreatif di negeri kita sudah mulai tegak berdiri, awalnya belum terdefinisi kelompok- kelompoknya. Kontribusi Kelompok Industri kreatif yang dipetakan oleh Departemen Perdagangan RI sejak tahun 2002 menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tahun 2007 saja potensi ekonomi industri kreatif di Indonesia. menunjukkan angka 6,3% kontribusi terhadap GDP nasional. Sebagai generasi bangsa kita perlu tahu apa saja kelompok-kelompok Industri kreatif yang sedang berkembang, siapa tahu berminat pada lini tertentu
Kelompok Industri Kreatif di Indonesia
Berikut ini kelompok industri kreatif yang dipetakan oleh Departemen Perdagangan
1. Periklanan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik.
2. Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, dokumentasi lelang, dll.
3. Pasar seni dan barang antik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet.
4. Kerajinan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan antara lain barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, aksesoris, pandai emas, perak, kayu, kaca, porselin, kain, marmer, kapur, dan besi.
5. Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.
6. Desain Fesyen: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.
7. Video, Film dan Fotografi: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.
8. Permainan interaktif: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.
9. Musik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulis lirik, pencipta lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi, dan komposisi musik.
10. Seni Pertunjukan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
11. Penerbitan & Percetakan : kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita.
12. Layanan Komputer dan piranti lunak: kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak & piranti keras, serta desain portal.
13. Televisi & radio: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.
14. Riset dan Pengembangan: kegiatan kreatif yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Semoga bermanfaat..

andreassyah.wordpress.com

Istilah Marketing dan Periklanan Internet

  1. Ad:
    Dalam dunia periklanan web lebih banyak disebut banner berupa gambar statis ataupun bergerak (animasi) yang biasa disebut animasi GIF). Satuan panjang untuk banner biasanya dalam pixel dan satuan untukukuran file dalam bytes. Banner dibuat dalam bentuk yang kreatif untuk memancing atau memikat pembaca secara visual sedemikian rupa dan terkadang mengandung penggunaan teknologi multimedia atau biasa disebut rich media.
  2. Ad rotation:
    Adalah iklan yang tampil berotasi dengan tampilan iklan lainnya. Biasanya sudah diotomatiskan oleh perangkat lunak (software) penunjang penggunaan banner berotasi. Manajemen banner yang dirotasi umumnya dapat dikelola dengan mudah menggunakan modul yang sudah terintegrasi pada sebuah aplikasi konten sebuah website ataupun blog.
  3. Ad space:
    Merupakan tempat pada sebuah website/blog yang didesain sedemikian rupa untuk menampilkan iklan. Tempat tersebut umumnya tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan layout ataupun desain dari website/blog.
  4. Ad view:
    Kata lainnya adalah impresi iklan. Adalah penampilan sebuah iklan dalam sekali penayangan, apabila penayangannya berkali-kali maka jumlah impresinya juga akan bertambah secara sesuai. Umumnya website/blog menampilkan angka ini saat ingin menawarkan kepada para pemasang iklan untuk memberikan data pasti mengenai statistik dari trafik website/blog-nya.
  5. Affiliate Marketing:
    Istilah ini digunakan untuk sebuah website yang menjual produk maupun jasa dan biasa disebut afiliasi. Tujuan dari adanya afiliasi adalah untuk mempromosikan produk/jasanya menjadi lebih luas lagi tanpa batasan selama masih di dunia online Internet. Salah satu contoh website yg paling terkenal dengan afiliasi adalah Amazon yang merupakan penjual buku dengan cara berafiliasi dengan banyak sekali reseller.
  6. Banner:
    Banner adalah iklan dalam bentuk gambar, umumnya dalam format ekstensi .GIF dan .JPG. Banyak sekali pemasang iklan membatasi pemuatan banner dalam format ukuran file yang kecil untuk memaksimalkan waktu tayang sebuah iklan karena hal ini sangat penting untuk dipikirkan oleh si penerbit iklan. Ukuran banner paling populer adalah 468 pixel panjang dan 60 pixel tinggi, ukuran 125 pixel tinggi dan panjang, serta ukuran 120 pixel panjang dan 90 pixel tinggi. Ukuran standar ini di atur oleh Badan Periklanan Internet atau Internet Advertising Bureau.
  7. Brand, brand name, branding:
    Brand adalah produk, jasa ataupun konsep yang ditawarkan untuk diperjualbelikan. Nama brand adalah sebutan untuk menandai sebuah produk ataupun jasa yang dijual. Umumnya nama brand adalah sesuatu yang unik dan mengundang banyak orang untuk menjadi minimal adalah tertarik hingga melakukan transaksi. Nama brang dapat di artikan sebagai sebuah identitas dari seluruh jaringan perusahaan ataupun dari pribadi seseorang yang ingin menjual produk/jasanya.
  8. Caching:
    Dalam dunia periklanan di Internet, caching dapat diartikan sebagai sebuah halaman web ataupun seorang user pengguna internet pada sebuah halaman web tertentu yang selalu menggunakan halaman yang sama namun tidak ingin dihitung keberadaannya. Pada beberapa teknik halaman web proses caching adalah untuk mempercepat akses terhadap halaman yang dikunjungi secara berulang-ulang. Sebaliknya apabila kita juga dapat untuk menentukan apakah halaman web tersebut tidak menggunakan aturan caching yang artinya kita akan sedikit lebih lambat dalam mengakses halaman web tersebut.
  9. Click:
    Click dalam dunia periklanan disebutkan sebagai interaksi antara user dan sebuah iklan baik dalam bentuk gambar/banner maupun teks.
  10. Click stream:
    Istilah ini adalah untuk menggambarkan bagaimana sebuah Click dapat terjadi dan bagaimana bentuk polanya. Pada saat seseorang melakukan Click terhadap sebuah iklan, kapan waktunya, berapa intensitasnya dan bagaimana kelakukan dari Click tersebut adalah merupakan gambaran dari apa yang dimaksud oleh Click stream.
  11. Clickthrough:
    Adalah Click yang dilakukan terhadap sebuah iklan dan disimpan datanya untuk digunakan oleh para pemasang iklan (sponsor). Penjelasan lainnya adalah berapa jumlah Click yang dilakukan oleh user terhadap sebuah iklan yang telah ditayangkan.
  12. Click rate:
    Adalah jumlah rata-rata yang biasanya dalam bentuk persentase dari tampilnya sebuah tayangan iklan. Click rate adalah bagian dari Clickthrough yang menjadi salah satu data utama oleh para pemasang iklan.
  13. Cookie:
    Cookie adalah sebuah file yang diletakkan di hard disk komputer pengakses sebuah website. Biasanya file tersebut cukup unik dan tersimpan dalam folder browser yang Anda gunakan. Fungsi adanya cookie adalah untuk meyimpan data dari informasi dalam sebuah form di sebuah website.
  14. Cost-per-Click:
    Cost-per-Click (CPC) adalah sejumlah biaya yang ditetapkan oleh pemilik iklan untuk dipasang pada sebuah agen periklanan. Ini sangat erat kaitannya dengan penayangan iklan model PPC. Sebagai kompensasinya pemilik iklan akan membayar sejumlah uang kepada pemasang iklan sebagai imbalan yang dihitung juga berdasarkan nilai impresinya.
  15. Cost-per-Action:
    Cost-per-Action (CPA) adalah sebuah besaran biaya yang dikeluarkan oleh pemilik iklan kepada publisher/penerbit iklan. Tiap kali sebuah iklan di klik oleh user lain maka akan bernilai uang, jumlah inilah yang akan digunakan untuk memberikan komisi terhadap si penerbit atas kompensasinya.
  16. Cost-per-Lead:
    Sama dengan CPA namun lebih spesifik lagi, dimana pengunjung memberikan informasi lebih terhadap sebuah transaksi dan memasukkan data yang diminta oleh pemilik iklan
  17. Cost-per-Sale:
    Adalah sebuah website yang menjual produk ataupun jasa langsung melalui website utama. Atau dalam bentuk lain dapat dikatakan bahwa penjualan yang terjadi merupakan hasil dari periklanan yang dapat dikalkulasikan sebagai biaya per-penjualan.
  18. CPM:
    Cost-per-Million (CPM) adalah biaya yang dikerluarkan dalam ribuan atau jumlah biaya yang dikerluarkan dibagi dengan ribuan. Dalam dunia periklanan internet hal ini berlaku untuk berbagai iklan yang ditayangkan dalam banyak website/blog.
  19. CPTM:
    Cost-per-Thousand-Million (CPTM) adalah perhitungan biaya atas sebuah tayangan iklan (impresi) untuk seribu target. Biasanya berdampak pada audiens atau target dalam sebuah target pasar (demographics) tertentu.
  20. Demographics:
    Adalah sebuah data mengenai jumlah atau ukuran serta karakteristik dari populasi sebuah audiens khusus. Contohnya adalah audiens yang digolongkan pada usia, jenis kelamin, penghasilan dan lain sebagainya.
  21. Hit:
    Adalah sejumlah aksi yang terjadi pada sebuah website/blog. Baik aksi terhadap kunjungan biasa maupun sebuah aksi terhadap klik untuk iklan tertentu yang ditayangkan. Jumlah hit biasanya akan menjadi data si pemasang iklan dalam menentukan iklan mana yang terbaik untuk ditayangkan.
  22. Impression:
    Mengacu kepada Dasar-Dasar Istilah Periklanan maka impresi adalah jumlah tayangnya sebuah iklan yang terdapat dalam sebuah website/blog. Nilai impresi umumnya digunakan oleh pemilik iklan untuk menjual dan menghitung komisi atas transaksi yang terjadi dan nilai impresi inilah yang digunakan untuk menghitung nilai CPM.
  23. Insertion order:
    Adalah sebuah bentuk formal dari penayangan iklan Insertion Order mengidentifikasikan sebuah kampanye. Sebuah transaksi yang terjadi umumnya akan ada sebuah bentuk order yang valid seperti Website yang menerima sebuah transaksi dan rencana order atau pembeli yang membuat sebuah order, siapa yang menayangkan iklan, ukuran dari iklan, awal mula dan akhir dari kampanye iklan, biaya total dari CPM, diskon bila ada, dan berbagai kebutuhan lainnya.
  24. Inventory:
    Adalah jumlah total angka dari iklan yang ditayangkan dalam sebuah periode waktu tertentu misalnya dalam satu bulan.
  25. Media buyer:
    Media buyer adalah agen periklanan yang bekerja dengan media perencana (media planner) untuk mengalokasikan sejumlah uang untuk kampanye iklan dalam berbagai media online maupun offline.
  26. Opt-in e-mail:
    Adalah e-mail yang berisikan informasi atau iklan yang ditujukan untuk user tertentu. Biasanya sebuah website yang menayangkan iklan akan melakukan kampanye melalui e-mail untuk mengundang pengunjung agar mengisikan sebuah formulir.
  27. Pay-per-Click:
    Pay-per-Click (PPC) adalah model tindakan pembayaran sejumlah komisi berupa uang oleh pemilik iklan kepada si pemasang iklan untuk setiap iklan yang diklik
  28. Pay-per-Lead:
    Dalam dunia periklanan Pay-per-Lead maka pemilik iklan membayar sejumah komisi kepada si penayang iklan atas kampanye yang telah dilakukan atas sebuah iklan yang ditayangkan. Sebagai contoh adalah seorang pengunjung yang mengisikan sebuah form atas rekomendasi si pemasang iklan.
  29. Pay-per-Sale:
    Dapat dikatakan adalah sebuah transaksi yang terjadi pada sebuah website/blog yang menayangkan iklan tertentu dan terjadilah order terhadap iklan tersebut. Pemasang iklan hanya cukup mereferensikan iklan tersebut kemudian seluruh proses akan ditangani oleh pemilik iklan yang bersangkutan.
  30. Pay-per-view:
    Model pembayaran ini hanya berlaku bagi website yang memiliki trafik akses yang sangat tinggi dan biasanya digunakan untuk membandingkan model PPC dan model penayangan iklan lainnya.
  31. Rich media:
    Adalah bentuk lain periklanan online yang mencakup konsep yang cukup canggih dalam penayangan sebuah iklan dari pada penayangan iklan standar yang biasanya hanyalah sebuah teks atau banner. Biasanya digabungkan dengan unsur teknologi terbaru serta berbasis multimedia.
  32. ROI:
    Return of Investment (ROI) adalah sebuah patokan sukses tidaknya sebuah kampanya iklan yang ditayangkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh si pemilik iklan.
  33. Splash page:
    Adalah sebuah bentuk penayangan iklan dalam jumlah waktu tertentu.
  34. Sponsor:
    Tergantung dari persepsinya namun dalam hal ini sponsor adalah sebuah perusahaan yang mengeluarkan biaya untuk memasang iklan dalam sebuah website/blog. Saat ini sebuah sponsor bisa didapatkan secara langsung tanpa diketahui oleh sponsor tersebut maupun sponsor langsung yang mendatangi website untuk menayangkan iklan mereka.
  35. Targeting:
    Adalah sejumlah pembelian terhadap sebuah space iklan tertentu pada sebuah website/blog. Biasanya hal ini dijual khusus oleh para pemasang iklan dengan target tertentu.
  36. Unique visitor:
    Adalah seorang pengunjung sebuah website/blog dengan alamat yang unik dan biasanya pertama kali mengunjungi. Apabila dia berkunjung lagi dilain waktu maka dia sudah tidak dikatakan sebagai pengunjung yang unik. Pengunjung yang unik dapat digambarkan sebagai sebuah karakteristik penting terhadap sebuah analisa statistik pengunjung dengan latar belakang yang berbeda-beda.
  37. User session:
    Setiap user yang berkunjung ke sebuah website/blog akan ditandai dengan sebuah tanda unik yang disebut user session. Apabila user tersebut datang kembali dilain waktu maka tetap akan diberikan sebuah tanda unik yang bisa berbeda ataupun sama. Hal ini tergantung dari lamanya session waktu yang digunakan oleh website/blog tersebut untuk mengidentifikasikan pengunjungnya.

Sumber : yuditech.com

andreassyah.wordpress.com

Tentang Repositioning Produk #1

Pernahkan kita menyadari bahwa produk yang kita konsumsi memiliki karakteristik “pembeda” diantara produk lainnya? Ketika kita akan membeli air berkarbonasi, di kepala kita hanya ada 2 merek, Coca Cola atau Pepsi, Jika menyebut air dalam kemasan, pasti Aqua, dan Jika menyebut the dalam botol, otak kita pasti tergiring untuk menyebut Sosro. Merek- merek itu “hidup” karena mereka berbeda. Berbeda apanya? Bukan hanya berarti mereka adalah pemimpin pasar, namun merek –merek itu sanggup memberikan “pembeda” diantara lainnya. Aqua misalnya, tampil dengan segala kemurniannya seolah-olah tak ada air lain yang semurni Aqua. Sedangkan Coca cola adalah minuman “wajib” anak muda yang selalu ingin gembira. Persepsi inilah yang kita sebut sebagai positioning.

Positioning adalah elemen strategi pemasaran, agar pasar yang dituju memiliki persepsi yang dapat membedakan suatu produk dari para pesaing di benak target pasar. Positioning merupakan strategi untuk membangun kredibilitas produk untuk menjangkau kepercayaan pelanggan –dan Positioning itu sebenarnya “the reason of being” alasan produk itu ada. Namun kenyataannya produk ada lebih dulu baru di-positioning-kan (Hermawan Kartajaya)

Positioning : rancangan penawaran citra untuk menciptakan image (Philip Kotler)

Positioning : Menentukan posisi melalui pikiran calon konsumen (Al Ries)

Positioning : Strategi Komunikasi untuk memenuhi otak konsumen supaya produk memiliki arti (Rhenald Kasali)

In marketing, positioning has come to mean the process by which marketers try to create an image or identity in the minds of their target market for its product, brand, or organization. It is the ‘relative competitive comparison’ their product occupies in a given market as perceived by the target market. (Wikipedia)

Konsep positioning telah diterapkan sejak 1969 diperkenalkan oleh AlRies,  merupakan tonggak penting dalam ilmu pemasaran. Sebelumnya belum begitu disentuh. Konsep ini mengajarkan supaya produk punya posisi yang berbeda dengan konsumen.

Kesimpulannya, Positioning adalah segala upaya menguasai pasar melalui image produk yang lekat di benak konsumen

Penentu positioning :

–          Kriteria Produk

–          Ceruk Pasar

–          Positioning Statement

Sedangkan strategi positioning sendiri masih termasuk dalam

–          Product Strategy

–          Pricing Strategy

–          Place Strategy

–          Promotion Strategy

Semuanya termasuk dalam marketing mix

Jenis-jenis positioning

ada 2 jenis positioning menurut perspektif tujuannya

Spesific Positioning : menciptakan hub. Erat dengan konsumen dengan berfokus pada produk sendiri

Competitive Positioning : menciptakan image unggul dan penguasaan pasar melalui fokus relatif terhadap kompetitor

(Michael Porter)

Alur singkat Proses Positioning

1. Identifikasi (Produk, Kompetitor, Target Pasar) melalui riset

2. Perencanaan Positioning

3. Program Positioning

4. Eksekusi

5. Evaluasi

andreassyah.wordpress.com

Komunikasi Pemasaran Melalui Internet

Internet sebagai media komunikasi memiliki nilai penting dalam pemasaran. Internet dapat digunakan sebagai media komunikasi pemasaran yang diaplikasikan melalui kegiatan online advertising, ataupun penjualan via internet. Keduanya cukup berpotensi dalam kaitannya dengan keefektifan pemasaran

Hermawan Kartajaya dalam bukunya New Wave Maketing menginformasikan bahwa internet adalah solusi efektif menarik dan memperkuat komunikasi customer. Hal ini didasari oleh banyanya pengguna internet yang akan terus berkembang dari waktu- ke waktu, ditambah lagi akses tanpa batas yang ditawarkan melalui alat-alat yang sebagian besar dimiliki oleh mayarakat. Saat ini akses internet tidak hanya dapat diakses melalui komputer namun juga dapat melalui handphone, sehingga netizen( sebutan untuk pengguna internet) jumlahnya semakin banyak.

Internet marketing, juga disebut sebagai i-marketing, web marketing, pemasaran online, atau eMarketing, adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet. Kata e dalam e-pemasaran ini berarti elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat Internet atau jaringan cyber. Internet telah memberikan banyak manfaat untuk pemasaran, salah satunya adalah biaya yang lebih rendah dan memiliki kemampuan lebih besar untuk mendistribusikan informasi dan media ke khalayak ramai.

E-Commerce sebuah istilah yang banyak dikenal merupakan implementasi dari internet marketing. Era bisnis e-commerce telah menjadi alat penting strategis-alat manajemen strategi. Peningkatan jumlah perusahaan yang mendapatkan keuntungan dengan menggunakan Internet untuk menjual langsung dan komunikasi dengan pemasok, pelanggan, kreditur, mitra, pemegang saham, klien, dan kompetitor telah meningkat tajam. E-commerce memungkinkan perusahaan untuk menjual produk, iklan, membeli perlengkapan, memotong perantara, melacak inventaris, menghapuskan dokumen, dan berbagi informasi. Secara total, elektronik commerce adalah meminimalkan biaya dan memotong waktu, jarak dan ruang dalam melakukan bisnis, yang memberikan layanan pelanggan yang lebih baik, lebih efisien, meningkatkan produk dan profitabilitas yang lebih tinggi.

(http://www.managementfile.com)

Penggunaan internet dalam komunikasi pemasaran cukup mendapat perhatian, adapun cara dan modelnya juga bervariasi, mulai dari perancangan web profile, web untuk product service, model pemasaran referall ,model pemasaran komunitas melalui situs jejaring sosial dan lain- lain. Semua model tersebut juga didukung oleh visual dan pengaturan porsi informasi yang ditampilkan.

Komunikasi Pemasaran Melalui Website

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply, dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik.

Metode komunikasi pemasaran online dapat dilakukan melalui:
• Optimalisasi search engine, sehingga website kita akan berada diperingkat atas pencarian search engine seperti google.com atau yahoo.com. Semakin tinggi peringkat yang dimiliki akan semakin besar kemungkinan website kita dikunjungi.
• Mendaftarkan website kita ke website lain, sehingga website lain akan memiliki link ke website kita. Misalnya mendaftarkan website kita pada website asosiasi industri tertentu.
• Melakukan pertukaran link antara dua website. Misalnya ada website yang menjual pakaian bayi dan website yang menjual makanan bayi. Mereka dapat melakukan pertukaran link, sehingga masing-masing akan memiliki link kewebsite lainnya. Pengunjung website pakaian bayi dapat melihat link yang menuju website makanan bayi, sedangkan pengunjung website makanan bayi dapat melihat link yang menuju website pakaian bayi.
• Mengirimkan penawaran produk melalui email. Perlu diperhatikan agar email yang dikirim tersebut tidak mengganggu orang.
• Iklan berbayar di internet, seperti pada google.com, yahoo.com, atau website lainnya yang menerima iklan.

Desain tampilan web juga berperan penting dalam komunikasi pemasaran online. Dalam hal ini Marketer perlu merancang visual yang baik untuk mempromosikan produknya di dunia maya. Tahapan pemasaran internet dapat diawali dengan membuat web profile yang menunjukkan profil dan gambaran detail tentang produk yang ditawarkan. Setelah situs dikenal, tahapan selanjutnya adalah meng upgrade website menjadi website layanan jual-beli online maupun periklanan online dan membuat komunitas yang memiliki korelasi dengan jenis produk yang akan ditawarkan

andreassyah.worpress.com